Sejarah Hari Down Sindrom Sedunia (World Down Syndrome Day) 21 Maret

Artikel OkeCoy.com ini akan membahas mengenai Sejarah dan Peringatan Hari Down Sindrom Sedunia (dalam bahasa Inggris World Down Syndrome Day yang disingkat WDSD) yang bersumber dari Situs Resmi PBB, Wikipedia, situs World Down Syndrome Day, dan sumber terpercaya lainnya.
Hari Down Sindrom Sedunia adalah hari kepedulian global yang diperingati setiap tahun pada tanggal 21 Maret berdasarkan Keputusan Majelis umum PBB A / RES / 66/149. Melalui resolusi ini PBB mengajak semua negara anggota, organisasi PBB terkait dan organisasi internasional lainnya, serta masyarakat sipil, termasuk organisasi non-pemerintah dan sektor swasta, untuk memperingati Hari Down Sindrom Sedunia (World Down Syndrome Day) dengan cara yang tepat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap down sindrom.

Sejarah Hari Down Sindrom Sedunia (World Down Syndrome Day) 21 Maret
Image © Facebook Page Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (Potads)

Sebagaimana diungkap Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada 21 Maret 2012, "Pada hari ini marilah kita bersama-sama menegaskan kembali bahwa orang dengan Down sindrom memiliki hak untuk menikmati semua hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan fundamental secara penuh dan efektif. Mari kita masing-masing melakukan bagian kita untuk memungkinkan anak-anak dan orang dengan down sindrom untuk berpartisipasi penuh dalam pengembangan dan kehidupan masyarakat mereka atas dasar kesetaraan dengan orang lain. Mari kita membangun masyarakat yang inklusif untuk semua."

Penetapan Hari Down Sindrom Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Maret pertamakali pada tahun 2006 oleh Lembaga Down Sindrom International dan WHO (dikaitkan dengan keberadaan kromosom). Baru kemudian pada 2012 PBB secara resmi turut menetapkan peringatan Hari Down Sindrom Sedunia 21 Maret setiap tahun

Apa itu Down Sindrom?

Down Sindrom (dalam bahasa inggris Down syndrome) adalah pengaturan kromosom alami yang selalu menjadi bagian dari kondisi manusia dan bersifat universal dengan arti ada di semua wilayah di seluruh dunia, ras, jenis kelamin atau garis sosial-ekonomi.

Down Sindrom mempengaruhi sekitar 1 dari 800 kelahiran hidup, meskipun bervariasi di seluruh dunia. Down Sindrom biasanya menyebabkan efek variabel pada gaya belajar, karakteristik fisik atau kesehatan (berbagai derajat kecacatan / disabilitas intelektual dan fisik dan masalah medis yang terkait).

Dengan peringatan Hari Down Sindrom Sedunia diharapkan penyandang down sindrom mendapatkan akses yang memadai terhadap perawatan kesehatan, program intervensi dini dan pendidikan inklusif, serta penelitian yang sesuai, sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan hidupnya.

Sejarah Hari Down Sindrom Sedunia

Mungkin Sobat bertanya-tanya kenapa 21 Maret dipilih sebagai Hari Down Sindrom Sedunia. Jawabannya dalah karena hari ke-21 dari bulan ke-3 dipilih untuk menandakan keunikan melipattigakan (trisomi) dari kromosom 21 yang menyebabkan Down sindrom.

Sejarah dimulai ketika pada tahun 1990 didirikan AFRT, Asosiasi Perancis untuk Penelitian trisomi 21 untuk mendukung penelitian dan menginformasikan tentang kemajuan medis dan ilmiah di bidang Down sindrom (trisomi 21).

Pada tahun 2005, di Perancis AFRT memutuskan untuk memilih tanggal 21 Maret sebagai tanggal simbolis untuk Hari trisomi 21. Pertemuan pertama diselenggarakan oleh AFRT di Paris pada tanggal 21 Maret 2005 bertemakan “dari pasien untuk penelitian untuk lebih memahami bantuan yang lebih baik”. Sementara itu pada bulan Juni tahun yang sama, Dr. Juan Pereira menyelenggarakan pertemuan internasional di Palma Majorca atas nama EDSA ( Eropa Down Syndrome Association ), dan AFRT mengusulkan mereka untuk memilih tanggal 21 Maret sebagai tanggal simbolis untuk Hari internasional Trisomi 21. Kemudian 21 Maret diadopsi sebagai tanggal simbolik oleh kedua EDSA dan Down Syndrome Internasional (DSI).

Selanjutnya pada tanggal 21 Maret 2006, profesor Stylianos E. Antonarakis, dari University of Geneva Medical School dalam pertemuan kedua AFRT di Paris dengan tema “Cara pendekatan pasien untuk menyembuhkan defisiensi mental” menyarankan ART21, asosiasi orang tua dari daerah Swiss Allemanic untuk turut memperingati hari down sindrom dan mengatur manifestasi pada 21 Maret di Jenewa. Sehingga pada tanggal 21 Maret 2006, AFRT menetapkan bahwa pertemuan tahunan akan diselenggarakan setiap tanggal 21 Maret.

Kemudian pada tanggal 20 Desember 2007, WHO menetapkan 21 Maret sebagai Hari Down Sindrom Sedunia. Begitupun dengan Majelis Umum PBB yang turut memutuskan hal ini melalui resolusi A / RES / 66/149 yang diputuskan pada tanggal 19 Desember 2011. Resolusi ini memuat:
  1. Menetapkan 21 Maret sebagai Hari Down Sindrom Sedunia, untuk diperingati setiap tahun yang dimulai pada tahun 2012, dan;
  2. Mengundang semua Negara Anggota, organisasi terkait dari sistem PBB dan organisasi internasional lainnya, serta masyarakat sipil, termasuk organisasi non-pemerintah dan sektor swasta, untuk memperingati Hari Down Sindrom Sedunia dengan cara yang tepat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap down sindrom.
Sejak saat itulah pada tanggal simbolik 21 Maret setiap tahun Individu dan organisasi yang berkaitan dengan down sindrom menyelenggarakan demonstrasi, pertemuan ilmiah, pertemuan sosial dan / atau pertemuan medis, pertukaran pengetahuan mereka serta permintaan mereka di tingkat nasional, Eropa dan internasional.

Acara Memperingati Hari Down Sindrom Sedunia

Hari Down Sindrom Sedunia (HDSD) pertama kali diperingati pada tahun 2006 di banyak negara di seluruh dunia bersamaan dengan peluncuran Down Syndrome Association Singapura dan website HDSD 2006-2010 atas nama Down Syndrome International (DSI} sebagai wadah untuk peringatan Hari Down Sindrom Sedunia ini.

DSI mendorong komunitas yang berkaitan dengan down sindrom di seluruh dunia untuk memilih kegiatan dan acara mereka sendiri untuk membantu meningkatkan kesadaran mengenai definisi Down syndrome, apa artinya menyandang Down sindrom, dan bagaimana penyandang down sindrom dapat memainkan peran penting dalam kehidupan dan masyarakat.

Pada HDSD, penyandang down sindrom beserta dengan orang maupun kelompok yang tinggal dan bekerja dengan mereka di seluruh dunia mengatur dan berpartisipasi dalam kegiatan dan acara untuk meningkatkan kesadaran publik dan menciptakan persamaan pemahaman secara global dalam advokasi untuk hak-hak, inklusi dan kesejahteraan penyandang down sindrom. Banyak peristiwa ini dicatat di resmi situs World Down Syndrome Day.

Situs HDSD tersebut didedikasikan sebagai wadah yang menyatukan semua pertemuan global di mana setiap orang dapat berbagi pengalaman dan mempromosikan kegiatan mereka dan berpartisipasi dalam inisiatif, termasuk memilih tema, video acara peringatan, konferensi di markas besar PBB, kampanye dan penghargaan Hari Down Sindrom Sedunia.

Pada 21 Maret tahun 2012, DSi menyelenggarakan Konferensi WDSD pertama di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat yang disponsori oleh Misi Brasil dan Misi Polandia untuk PBB, Sekretariat PBB untuk Konvensi Hak Penyandang Cacat dan UNICEF.

Pada tahun 2013 DSi menyelenggarakan Konferensi HDSD kedua dengan tema "Hak untuk Bekerja (Right To Work)," dan peringatan HDSD Global mengambil tema "Let Us In - I Want to Work!" yang diselenggarakan di Markas Besar PBB pada 21 Maret, dan disponsori oleh Misi Australia, Brazil, India, Jepang dan Polandia untuk PBB, PBB Sekretariat konvensi tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas dan UNICEF. DSi juga mengumumkan World Down Syndrome Day Awards setiap tahun pada tanggal 21 Maret dan melakukan koordinasi terhadap banyak kampanye HDSD pada tahun 2013.

Berikut ini adalah preview video kampanye DSI dalam perayaan HDSD 2016


Sobat dapat melihat beragam event Hari Down Sindrom sedunia di situs web World Down Syndrome Day https://worlddownsyndromeday.org

Acara Memperingati Hari Down Sindrom Sedunia di Indonesia

Di Indonesia sendiri, dilakukan juga Peringatan HSDD (Hari Sindroma Down Sedunia) yg jatuh pada 21 Maret. Seperti misalnya Seminar Health Talk and Sharing bertemakan "Buah Noni untuk Pasien Down Syndrome, Masih Ada Harapankah?" pada Sabtu, 7 Maret 2015 di Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan yang diselenggarakan oleh MORINDA Care dan Potads (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome).

Selain itu juga event bertajuk “My Friends My Community Art & Performance” pada 20 Maret 2016 di Blok M Plaza, Jakarta yang diselenggarakan oleh Kelompok Orangtua Pendukung Down Syndrome (Down Syndrome Parent Support Group). Pada acara yang dibuka oleh Walikota Jakarta Selatan dan diselenggarakan di banyak kota di Indonesia (Bandung, Surabaya, Medan, Padang, Balikpapan) ini, banyak anak-anak dengan sindrom Down akan menampilkan keterampilan mereka, seperti menari, kelompok perkusi, band; kolaborasi dengan artis dan musisi Indonesia.
Hari Down Sindrom Syndrome Sedunia cara mengatasi pengobatan terapi wicara pada bayi anak biaya operasi mendidik menghadapi bisa sembuh penyebab mencegah ciri cinta ringan menurut para ahli karakteristik gejala pdf tentang makalah latar belakang daftar pustaka jurnal askep indonesia turner skripsi syndrom journal definisi patofisiologi pengertian artikel faktor tanda janin therapy penanganan melatih bicara baby

Terimakasih telah membaca artikel OkeCoy.com. Silakan share link artikel Sejarah dan Peringatan Hari Down Sindrom Sedunia (World Down Syndrome Day / WDSD) ke media sosial yang sobat miliki, dan sampaikan pendapat sobat di kolom komentar. Semoga bermanfaat bagi kita semua terutama untuk penyandang down sindrom di seluruh dunia.

Follow Twitter, Facebook, G+ untuk mendapat update Artikel Keren Terbaik Terbaru. Atau Subscribe untuk menerima artikel terbaru gratis di Inbox email Sobat: