Sejarah Peringatan Hari Ibu Nasional dan Internasional

Artikel OkeCoy.com berjudul Sejarah Peringatan Hari Ibu Nasional dan Internasional Ini akan membahas jawaban atas pertanyaan mengenai pengertian peringatan hari ibu, asal usul kapan hari ibu sedunia di wikipedia, siapa memulai, hari emak tanggal berapa bulan berapa setiap tahun sih, kapan hari ibu 2016, sejarah hari ibu di indonesia, dan terutama teks sejarah hari ibu versi inggris Amerika dan Indonesia. Karena menjelang hari Ibu pasti banyak yang mencari di google tentang ucapan selamat hari Ibu, wallpaper logo gambar gerak gif picture bergerak jpg humor lucu gokil, video youtube, contoh karangan pantun hari ibu, foto dan image profil facebook, puisi chairil anwar untuk status fb, kumpulan quote / quotes kata kata mutiara ringkas renungan romantis sambut hari ibu on twitter, maupun pidato untuk anak sd.

Sejarah Peringatan Hari Ibu Nasional dan Internasional

Hari Ibu (dalam bahasa inggris / on english adalah Mothers Day) adalah hari peringatan atau perayaan menghormati peran ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun masyarakat luas di lingkungan sosialnya. Perayaan Hari Ibu ini melengkapi perayaan serupa menghormati anggota keluarga, seperti Hari Ayah dan Hari Saudara.

Hari ibu dirayakan dengan beragam cara yang bervariasi di banyak bagian dunia seperti dengan memberikan kartu ucapan, kasih bunga, kado dan hadiah lainnya kepada Ibu. Atau juga membebastugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti  merawat anak, memasak, dan urusan domestik lainnya.

Perayaan Hari ibu juga dilakukan pada berbagai waktu yang berbeda di banyak bagian dunia, yang paling umum adalah pada bulan Maret atau Mei. Seperti di Amerika dan lebih dari 75 negara lain (Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan lainnya), Hari Ibu dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Sementara pada beberapa negara Timur Tengah dan Eropa, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Sementara di Indonesia hari ibu telah ditetapkan sebagai perayaan nasional yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember setiap tahunnya sejak tahun 1953.

Sejarah Latar Belakang Hari Ibu di Berbagai Negara

Secara historis, perayaan seputar ibu dan keibuan dapat ditelusuri kembali ke Yunani kuno dan Romawi, yang mengadakan festival untuk menghormati dewi ibu Rhea dan Cybele. Namun preseden modern yang paling jelas untuk hari ibu adalah festival Kristen awal yang dikenal sebagai "pekan ibu."

Melihat tradisi besar di Inggris dan bagian Eropa, perayaan ini jatuh pada hari Minggu keempat di Prapaskah dan pada awalnya dianggap sebagai saat kembali ke "gereja induk" (gereja utama di sekitar rumah) mereka untuk memberikan layanan khusus keagamaan. Seiring waktu tradisi ibu minggu bergeser menjadi liburan yang lebih sekuler, dan anak-anak akan menyajikan ibu mereka dengan bunga dan simbol lainnya sebagai apresiasi terhadap Ibu. Kebiasaan ini akhirnya memudar dalam popularitas sebelum penggabungan dengan Hari Ibu Amerika di tahun 1930-an dan 1940-an.

Sementara itui Amerika Serikat, akar perayaan Hari Ibu Hari Ibu menurut pandangan Amerika modern dilakukan setiap hari Minggu pekan kedua bulan Mei . Perayaan ini dimulai pertama kali pada awal abad 20, yaitu ketika Anna Reeves Jarvis dari Virginia Barat mengadakan peringatan atas kematian ibunya di Grafton, West Virginia pada tahun 1908. Jarvis adalah perempuan yang memulai “Mothers’ Day Work Clubs” pada tahun-tahun sebelum Perang Sipil (1861-1865). Organisasi ini mengajar kaum perempuan lokal mengenai bagaimana untuk merawat anak-anak mereka. Klub-klub ini kemudian menjadi kekuatan pemersatu dalam wilayah negara yang masih terpecah karena Perang Saudara. Pada tahun 1868 Jarvis mengorganisir " Hari Persahabatan Ibu '," di mana ibu berkumpul dengan bekas Uni dan tentara Konfederasi untuk mempromosikan rekonsiliasi.

Kemudian Hari Ibu sempat diajukan sebagai hari libur nasional pada tahun 1908, namun Kongres Amerika Serikat menolak proposal tersebut. Baru selanjutnya seluruh negara bagian di Amerika Serikat menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur pada tahun 1911. Atas ketekunan Jarvis yang terus menerus mempromosikan hari Ibu dengan mendirikan Asosiasi Internasional Hari Ibu, terbayar dengan ditandataganinya deklarasi yang menjadikan Hari Ibu sebagai hari libur nasional oleh Woodrow Wilson pada tahun 1914.

Dengan begitu, perayaan hari ibu sekarang ini tidak berhubungan dengan banyak perayaan ibu yang telah terjadi di seluruh dunia selama ribuan tahun, seperti kultus Yunani untuk Cybele, festival Romawi Hilaria, atau minggu perayaan ibu Christian (awalnya sebuah peringatan Gereja Induk, bukan ibu). Namun, di beberapa negara, Hari Ibu juga masih identik dengan tradisi-tradisi yang lebih tua.

Sejarah Hari Ibu Nasional di Indonesia

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pertamakali pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama. Kongres yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera ini diselenggarakan pada tanggal 22 sampai dengan 25 Desember 1928 di gedung Dalem Jayadipuran (sekarang adalah kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional) di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hak-hak perempuan dalam bidang pendidikan dan pernikahan. Berbagai organisasi perempuan di Indonesia telah didirikan sejak 1912 sebagai buah inspirasi dari pahlawan perempuan abad ke-19 seperti Kartini, Cut Nyak Meutia, Martha Christina Tiahahu, Nyai Ahmad Dahlan, Maria Walanda Maramis, Rasuna Said, Dewi Sartika, dan lainnya.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional jatuh pada tanggal / pd tgl 22 Desember. Hari ibu resmi sebagai Hari Nasional dengan diresmikannya Dekrit Presiden No.316 thn.1953 oleh Presiden Soekarno pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Gagasan awal diresmikannya hari Ibu ditengarai dikarenakan adanya protes dari berbagai kalangan setelah Presiden Soekarno melakukan penetapan Kartini sebagai pahlawan nasional dan meresmikan hari lahir Kartini pada 21 April sebagai hari untuk mengenang aktivis perempuan Raden Ajeng Kartini dan sekaligus juga memperingati emansipasi perempuan. Ketidaksetujuan tersebut dilatarbelakangi berbagai alasan seperti; diantaranya Kartini hanya berjuang di Jepara dan Rembang; Kartini lebih pro Belanda daripada tokoh perempuan seperti Cut Nyak Dien; dan sebagainya. Karena itulah Presiden Soekarno memutuskan untuk meresmikan Hari Ibu Nasional sebagai hari mengenang para pahlawan perempuan perempuan selain Kartini.

Persemian Hari Ibu ini bertujuan untuk merayakan semangat perempuan Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Namun kemudian seiring perkembangan masyarakat, terjadi banyak perubahan arti Hari Ibu. Hari Ibu kini dimaknai sebagai perayaan untuk menyatakan rasa cinta terhadap ibu. Seperti dengan saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara ataupun kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Tradisi Perayaan Hari Ibu

Sementara versi Hari Ibu dirayakan di seluruh dunia, tradisi berbeda-beda tergantung pada negara. Di Thailand, misalnya, Hari Ibu selalu dirayakan pada bulan Agustus pada hari ulang tahun ratu saat ini, Sirikit. Perayaan alternatif dari Hari Ibu dapat ditemukan di Ethiopia, di mana keluarga berkumpul tepat setiap musim gugur untuk menyanyikan lagu-lagu dan makan pesta besar sebagai bagian dari Antrosht, perayaan hari menghormati ibu.

Di Amerika Serikat, Hari Ibu terus dirayakan dalam momen mengharukan dengan menghadirkan ibu dan wanita lainnya dengan hadiah dan bunga, dan telah menjadi salah satu yang terbesar liburan untuk belanja konsumen. Keluarga mungkin juga merayakan dengan memberikan ibu hari libur dari kegiatan seperti memasak atau pekerjaan rumah tangga lainnya.

Hari ibu juga menjadi momen untuk meluncurkan isu politik feminis. Pada tahun 1968 Coretta Scott King , istri Martin Luther King Jr., menggunakan Hari Ibu untuk menjadi tuan rumah pawai mendukung perempuan kurang mampu dan anak-anak. Pada 1970-an kelompok-kelompok perempuan juga digunakan liburan sebagai waktu untuk menyoroti kebutuhan untuk hak dan akses yang sama dalam mengasuh anak.

Baca Juga : Kumpulan Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Ibu Bahasa Indonesia & Inggris
Sumber: 
History.com http://www.history.com/topics/holidays/mothers-day
Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Mother's_Day | https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

Terimakasih telah membaca tulisan OkeCoy.com mengenai Sejarah Peringatan Hari Ibu Nasional dan Internasional. Tulis pendapat Sobat di bagian komentar dan bagikan link artikel ini ke teman-teman lainnya.

Follow Twitter, Facebook, G+ untuk mendapat update Artikel Keren Terbaik Terbaru. Atau Subscribe untuk menerima artikel terbaru gratis di Inbox email Sobat: